Haruskah Pendidikan Anti Korupsi Dijadikan Mata Pelajaran?

IB school jakarta

 

Belum lama ini, segenap institusi dan kementerian (L/K) menandatangani janji untuk memerangi dan memberantas korupsi dengan menggunakan pengajaran antikorupsi pada tingkatan pengajaran dasar, menengah dan tinggi.

Soal ini, Ketua Lazim Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, pengajaran antikorupsi jangan diwujudkan mata pembelajaran baru, namun mesti diintegrasikan ke dalam segala mata pembelajaran sehingga segala guru menjadi teladannya.

“Kami tak sepakat apabila diciptakan mata pembelajaran baru sebab jumlah mata pembelajaran yang ada kini saja telah betul-betul banyak dan ini akan menjadi problem besar,” kata Ramli, Senin(17/12).

Ramli menuturkan, banyak mata pembelajaran, tentu akan berimplikasi pada kekurangan guru. Dia mencontohkan untuk SMP di tempat dengan jumlah murid terbatas, tentu cuma memerlukan tiga rombel dengan sempurna telah betul-betul banyak ialah 16 guru.

Pasalnya, masing-masing guru mendidik per mata pembelajaran. Karenanya, ada mata pembelajaran akan menambah jumlah guru.

Baca Juga: cambridge curriculum

Untuk itu, Ramli memberi masukan, sebaiknya pemerintah mengemaskan materi pengajaran antikorupsi untuk dimasukan pada segala mata pembelajaran serta dikolaborasikan dengan menanamkan skor-skor lokal.

Secara terpisah, Guru Besar bidang ilmu Pengajaran Hati Bertalenta pada Fakultas Ilmu Pengajaran Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) Rochmat Wahab mengatakan, pengajaran antikorupsi itu betul-betul penting.

Ini sebagai langkah pencegahan timbulnya kecenderungan perilaku korupsi pada waktu individu umur dewasa.

“Jikalau pengajaran anti korupsi itu dianggap penting diberi terhadap buah hati-buah hati, karenanya taktik yang betul-betul tepat sasaran merupakan melatih buah hati untuk tak mengerjakan cheating dan plagiasi sedini mungkin berkaitan kegiatan akademik. Jikalau mengerjakan bagus sendiri ataupun bersama, karenanya perlu diberi hukuman yang mengajar,” kata Rochmat.

Berikutnya, dia juga mengatakan, buah hati mesti membiasakan melaporkan sesuatu apa saja. Bagus itu berbentuk uang atau barangn lainnya yang ditemukan di manapun tempatnya dan bukan milik dan haknya.

“Hati yang mengerjakan hal bagus dapat diberikan penghargaan yang sewajarnya. Jikalau ditemukan buah hati yang tak melaporkan perlu dijalankan pendekatan, sehingga buah hati-buah hati yang menemukan itu walhasil ingin melaporkan secara menyenangi rela pada akhir,” ujarnya.

Berikutnya, eks rektor UNY ini mengatakan, pendekatan agama perlu juga dijalankan dalam mengimementasikan pengajaran anti korupsi pada buah hati.

Dalam hal ini, buah hati dididik untuk mengenal bahwa perilaku mencuri atau korupsi yaitu perbuatan yang dilarang agama. Pun apabila perlu masuk dalam kontrak sekolah dan orang tua, juga masuk dalam tata tertib di sekolah.

 

Sistem Inovatif

Sementara itu, Menteri Pengajaran dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan masyarakat mesti mengerti bahwa kurikulum berbeda dengan pembelajaran.

“Jadi sekiranya nanti dimasukkan ke dalam kurikulum, jangan bayangkan akan ada mata pembelajaran baru. Sekiranya itu (mata pembelajaran baru,red) yang dimaksud, muatan di tingkat pengajaran dasar dan menengah telah terlalu banyak. Jadi nanti mesti ada sistem-sistem yang inovatif dan kreatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah,” jelas Muhadjir.

Dia menambahkan, Kemdikbud juga mempunya program Penguatan Pengajaran Karakter (PPK) yang salah satu poinnya merupakan integritas yang menjadi pintu masuk pemakaian kurikulum di sekolah.

“Kami siap untuk merealisasikan apa yang sudah kita canangkan bersama. Kita bersatu ambisi untuk membangun Indonesia yang lebih maju, bagus, dan bersih untuk masa depan, dengan sistem memerangi korupsi di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: IB school jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published.