Perihal Sound System

Perihal Sound System
Kali kali kita tak jarang kurang nyaman merasakan sebuah karya musik yang spektakuler sekalipun. Banyak hal yang memberi pengaruh hal-hal diatas 1. Sebab sound system yang kurang bagus 2. Sebab SDM yang kurang merajai pengaplikasian equipment sound tsb padahal mutu sound systemnya cukup bagus. 3. Salah mengaplikasikan sebagian perlengkapan Nah untuk mengurangi hal-hal hal yang demikian kita dapat mempelajari sebagian hal simpel dalam dunia sound system ataupun rental aslah satunya dengan mengoptimalkan Equalizer. 1. Apa yang Dimaksud Dengan Equalizer Equalizer merupakan alat yang bisa diterapkan untuk menyamakan bunyi speaker mendekati sumber aslinya atau mengembalikan bunyi speaker seperti bunyi aslinya.

Baca : Sewa sound system

Banyak orang salah mengistilahkan fungsi equalizer, mereka menerapkannya untuk mengangkat frekuensi-frekuensi tertentu yang sebetulnya tak perlu diangkat, atau pun mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tak perlu dikurangi. Kenapa demikian? Sebetulnya equalisasi betul-betul tergantung dari rasa seni seseorang dan tanggapan alat pendengar orang yang mengoperasikan perlengkapan sound system. Agar kita bisa men-eq system dengan bagus, karenanya sebelum kita menerapkannya kita perlu memahami kerja eq terutamanya dulu. Parameter apa saja yang bisa kita ubah pada equalizer? Tombol apa saja yang terdapat pada equalizer?

Dan bagaimana sistem menerapkannya? Inilah pertanyaan yang akan dilemparakan orang dikala akan mengaplikasikan equalizer, tombol-tombol hal yang demikian merupakan : • Gain / jenjang, merupakan tombol yang diterapkan untuk menambah atau mengurangi frekuensi yang kita inginkan. • Low pass / High pass, merupakan tombol yang diterapkan menghilangkan frekunsi-frekuensi di bawah atau di atas frekuensi yang kita set. • Q / Bandwidth, merupakan tombol yang diterapkan untuk memperlebar atau mempersempit kurva equalizer. • Frequency, merubah frekuensi sehingga menempuh frekuensi yang kita inginkan. • Volume gain / make up gain, merupakan tombol yang diterapkan untuk menambah atau mengurangi jenjang bunyi yang keluar dari equalizer. Ada berjenis-jenis-ragam macam equalizer layak dengan macam dan pengaplikasiannya. Menurut jenisnya bisa dibagi menjadi : 1.1. Parametrik equalizer Kurva equalizer ini bisa kita geser dan rubah format kurvanya, dengan kata lain segala parameter (ukuran) yang ada bisa kita rubah. Parameter yang bisa kita ubah merupakan : • Gain, untuk mengurangi atau menambah kurva parametrik yang kita inginkan, besarnya dinilai dalam dB. • Q, merupakan besaran yang diterapkan untuk memperlebar atau mempersempit kurva parametrik layak dengan yang kita inginkan, besarannya pada lazimnya mengaplikasikan skala 0,1 sampai 10.

• Frekuensi, frekuensi pada equalizer parametrik bisa kita geser sampai menempuh frekuensi yang kita inginkan. Format kurva pada parametrik equalizer ada 2 : • Shelving, format kurva ini mempunyai puncak pada komponen akhir frekunsi rendah ataupun frekunsi tinggi dari spektrum frekuensi yang kemudian mendatar sampai akhir frekuensi. Seperti hi-shelving, akan mengangkat puncak frekuensi 12 kHz, dan low-shelving akan mengangkat frekuensi 80 Hz pada lazimnya. Sebagian eq menyediakan fasilitas untuk kita bisa merubah frekuensi pada puncak kurva. • Bell shape, format kurva pada equalisasi ini merupakan seperti lonceng, pada lazimnya parametrik murni akan mengaplikasikan format equalisasi ini. 1.2. Grafik equalizer Equalizer yang cuma bisa kita tambah dan kurangi pada frekuensi yang telah diatur oleh pabrik, umumnya menurut besarnya oktav. Saringan lazim beredar di pasaran merupakan 1/3 oktav (31 spot frekuensi) dan 2/3 oktav (15 spot frekuensi).

Grafik equalizer bisa kita bagi dalam sebagian macam. • Constant Q, format kurva (Q) grafik eq ini konsisten padahal gain cuma di ubah sedikit maupun banyak. • Variable Q, format kurva grafik eq ini tak konsisten, tergantung dari berapa bayak kita mengangkat gain. • Bandpass saringan parameter, format kurva konsisten dan gain tetaphanya frekuensi yang bisa kita geser. • Perfect Q, merupakan grafik eq analog namun diproses secara komputerisasi, mirip dengan constant Q cuma lebih jitu. 1.3. Tetapi Pada lazimnya orang tak memasukkan saringan sebagai macam equalizer oleh sebab sistem kerjanya yang mirip dengan crossover. Figur berdasarkan aku saringan bisa pula menolong kita mengurangi frekuensi yang tak kita inginkan, sehingga bisa pula kita masukkan sebagai salah satu macam equalizer.

Baca juga : Sewa organ tunggal

Meskipun dari eq ini merupakan switcable highpass dan switcable lowpass, Highpass saringan betul-betul berkhasiat untuk mengurangi bunyi pop pada microphone. Menolong lowpass bisa menolong kerja driver bunyi tinggi supaya tak berprofesi berlebihan sebagai imbas frekuensi tinggi yang sebetulnya tak terdengar, tapi merusak. 2. Kegunaan dari Eq Sekali lagi jangan kita salah langkah dalam mengaplikasikan eq, sebab itu semestinya kita memahami apa saja kegunaan dari eq. Berikut ini merupakan sebagian manfaat dari kegunaan eq : • Mengurangi feedback. • Menambah frekuensi yang kita inginkan pada dikala metode bersuara kecil, dan mengurangi frekuensi yang tak kita inginkan pada dikala kita mengangkat volume / gain lebih keras. • Meskipun tanggapan ruangan kepada bunyi, tiap-tiap ruang tak mempunyai tanggapan yang sama kepada bunyi. Membetulkan kita memasang speaker dan perlengkapan yang sama dengan tempaat lain. • Side chain / dynamic eq. • Berdaya kerja speaker.

3. Tak Dua kali sebelum meng-eq system Orang cenderung mengaplikasikan equalizer sebagai dewa penyelamat, mereka betul-betul ingin eq bisa menuntaskan problem mereka. Cuma jarang sound engineer membeli eq yang harganya puluhan juta! Aku sebab sugesti bahwa alat hal yang demikian bisa menolong mereka menuntaskan problem yang terjadi dengan metode mereka. Dilema merupakan orang yang paling anti mengaplikasikan eq, sebelum problem-problem di bawah ini selesai terutamanya dulu : 2.1. Ruangan Ruangan akan menjadi pembatas kita dalam meng-eq system, tiap-tiap ruang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Jangan sekali-kali kita menyama ratakan tiap-tiap ruangan, dan mengidolakan suatu format setting eq.

Jangan mimpi bunyi rendah bisa keluar dari speaker pada ruangan yang penjangnya 4m, sebab panjang gelombang bunyi rendah tak bisa beresonansi dengan bagus. Atau sebaliknya kita ingin bunyi rendah sub bisa terdengar dari jarak puluhan meter dengan terang, sebab kekuatan rambat bunyi rendah yang terbatas. Suara utama di dalam ruangan merupakan geometri ruangan itu sendiri (ukuran), bagus jumlah jendela, luas dinding, dan di mana letak benda-benda hal yang demikian. Meng-eq di dalam ruangan perlu berhati-hati oleh sebab pantulan bisa mengaburkan frekuensi mana yang wajib kita ubah. 2.2. Letak speaker Jangan berkhayal mendengar bunyi sub yang solid kalau kita menyimpannya di kiri dan kanan pentas.

Tak rendah totaliter semestinya berasal dari satu sumber. Peletakkan yang berpencar akan mengakibatkan efek yang disebut power alley (lorong daya). Eq bisa membantu? Tentu saja tak, pun menambah besar jarak antar lorong daya hal yang demikian 2.3. Cuma seragamnya waktu tempuh antar bagian speaker Ini merupakan ilmu yang dimaksimalkan semenjak pertengahan tahun 1980an, cuma saja perlengkapan pendorongnya pada dikala itu masih betul-betul mahal. Mengapa ini dengan kemajuan komputer dan harga komputer dan software-nya kian murah, membikin perlengkapan komputerisasi penunjang penyetelan speaker kian murah pula, sehingga kenyamanan orang mendengar speaker bersuara rapih kian bertambah. Kenapa waktu tempuh antar bagian berbeda, ini cerita yang cukup panjang yang akan kita bahas dilain waktu.

Aku saja kalau kita meng-eq metode yang tak di seragamkan waktu tempuh antar bagian speaker ataupun antar speaker, ini yakni usaha yang sia-sia, sebab metode anda konsisten bising dan suaranya konsisten berbalap-balapan. 2.4. Kabel (macam dan panjang kabel) Orang bule saja tak percaya seandainya kabel dengan merek, macam, dan panjang yang berbeda akan menciptakan bunyi yang berbeda. Dilema belajar perkabelan semenjak hampir 10 tahun lalu, dan aku dapatkan bergam tanggapan kabel dan bermacam-macam pula akhirnya. Kita tak perlu meng-eq metode kita terlalu banyak jika manajemen kabel kita bagus. 2.5. Karakter alat Kian alat mempunyai karakter bunyi yang berbeda-beda, jangan ingin ala-alat murah bisa di eq menjadi bagus. Mohon diingat bahwa segala alat sound mempunyai karakter bunyi yang berbeda-beda dan tak segala produk mempunyai bunyi yang bagus. 2.6.

Banyaknya microphone yang terbuka (NOM = number of open microphone) Harap diingat pada dikala meng-eq feedback bahwa tiap-tiap bertambahnya 1 buah microphone akan menambah 3 dB pada gain system. Usia banyak microphone yang berbunyi akan kian besar pula kemungkinan feedback. 2.7. Penyimpangan fasa (phase shifting) Penyimpangan fasa justru terjadi sebagai imbas terlalu kita terlelu banyak meng-eq, atau pun mengaplikasikan kabel unbalance yang betul-betul panjang. 2.8. Jarak posisi anda mendengar dari speaker Jarak kita memperdengarkan speaker akan memberi pengaruh pengukuran alat pendengar kita kepada apa yang akan kita eq. Ingat bahwa di udara juga terjadi hambatan. 2.9. Suhu speaker Salah satunya juga menyangkut usia dari speaker dan alat-alat 2.10. Mengapa dan kelembaban Jangan ingin kita bisa meng-eq di ruangan yang tak konstan temperatur dan kelembabannya.

Kenapa? Pada temperatur rendah bunyi tinggi dan rendah akan terdengar lebih kuat dibandingi dengan pada temperatur tinggi, ini disebabkan pada temperatur tinggi kelembaban akan bertambah. Bertambahnya kelembaban akan menambah pula hambatan bagi bunyi di udara. Jangan sekali-kali meng-eq dalam keadaan temperatur ruangan yang panas atau ac belum dinyalakan. Sebab pada dikala ac dinyalakan temperatur udara akan turun dan bunyi tinggi akan kembali terdengar dengan terang. 2.11. Kalau alat pendengar operator sendiri Banyak operator mempunyai selera sendiri, pun tak sedikit operator pun pemain musik menyetel eq 1/3 oktaf mereka seperti “disco smile”.

http://sewa-soundsystem.com/sewa-lighting/

Kedua ujung frekuensi eq diangkatdan kian menurun pada komponen tengahnya. Ikhtisar operator sound memilih menyetel dengan seleranya sendiri, sebaiknya operator hal yang demikian belajar mendengar bunyi “standard” yang bagus. Interaksi antara ruangan dan bunyi dari speaker merupakan kasus yang sukar di selesaikan. Jalan keluarnya merupakan cuma dengan memposisikan kembali speaker ketempat yang wajib. 4. Agar dalam meng-eq system, bisa mendapat hasil yang bagus dan optimal, karenanya kita semestinya sanggup menemukan problem dalam metode kita yang belum sepadan / semestinya di-eq. Memang eq bisa menolong mengurangi sebagian spot feedback dan sedikit menolong tanggapan speaker kepada ruangan.